19 December 2009

Gaza, Kejahatan Perang Terakhir Bush

Gaza, Kejahatan Perang Terakhir Bush

INILAH.COM, Washington � Tinggal dalam hitungan hari, George Walker Bush bakal meninggalkan singgasananya di Gedung Putih. Toh, dia masih memberikan dukungan penuh terhadap aksi brutal Israel. Publik pun menilai Bush mundur sebagai penjahat perang.

Invasi Israel ke Gaza yang mulai berlangsung sejak 27 Desember lalu, menjadi farewell bagi kejahatan perang seorang Bush. Selama delapan tahun memimpin, tak sedikit masyarakat sipil yang tewas karena kebijakan militernya. Utamanya, tentu bagaimana kebijakannya terhadap negara-negara Islam yang menjadi lawan politiknya selama ini.

Saat Israel mulai melancarkan serbuan ke Gaza, jelas-jelas Bush memberikan dukungan tanpa reserve. Di depan corong radio, dia berpidato: membenarkan tindakan Israel mengirim tank dan senjata, menjarah Jalur Gaza, membunuh pejuang Hamas dan warga sipil tak berdosa.

Dia malah menyalahkan Hamas dalam hal ini. "Pertempuran ini dipicu Hamas, kelompok teroris Palestina yang didukung Iran dan Suriah yang menghendaki kehancuran Israel. Gencatan senjata yang membuat roket menyerang Israel, tak bisa diterima," katanya.

Dia pun menegaskan, janji-janji Hamas tak lagi bisa dipegang. "Saya meminta seluruh pihak menekan Hamas untuk menjauh dari teror," katanya.

Siapakah sejatinya teroris terbesar di dunia? Dalam delapan tahun terakhir: George W. Bush! Bagaimana dia mengabaikan sisi kemanusiaan dan dengan alasan yang dibuat-buat menduduki Irak dan Afganistan, adalah teror tiada duanya. Sebaliknya, dengan begitu gampang, dari mulutnya kemudian muncul tuduhan Iran dan Korea Utara sebagai poros setan. Padahal, setan sejatinya ada di Gedung Putih!

Kolumnis Jim Hoagland, di Washington Post, menggambarkan betapa Bush sebenarnya yang mendorong Israel menyerang Gaza. "Dia tak hanya memberi Israel lampu hijau untuk menyerang Hamas. Bush juga mengetuk tiang lampu lalu lintas dan mengibarkan Israel melalui perlintasannya," katanya.

Dukungan tanpa reserve Bush terhadap agresi brutal Israel, adalah kejahatan perang terakhir yang dilakukan mantan Gubernur Texas itu sebelum lengser sebagai Presiden AS. Tangannya ikut terpercik darah saat 600-an warga Palestina tewas karena serangan tersebut.

Bush, dalam delapan tahun kepemimpinannya, telah menyebabkan tewasnya jutaan orang di Afganistan, Irak, Lebanon, dan negara-negara lain.

Salah satu kejahatan kemanusiaannya yang paling tersohor adalah keputusannya menyerang Irak pada 20 Maret 2003 lalu. Dia melawan masukan-masukan yang diberikan pihak yang peduli dengan kemanusiaan, termasuk Nelson Mandela dan Paus Johannes Paulus II. Dia memerintahkan pasukan AS menjatuhkan bom di Irak. Sejak saat itu, nyawa manusia jadi tak berharga di Negeri 1001 Malam itu.

Kepemilikan atas senjata nuklir menjadi alasan Bush menyerang habis Irak. Padahal, PBB pun telah mengirimkan tim ke sana dan tak menemukan adanya pusat pengembangan senjata nuklir Irak. Toh, Bush hanya berpegang pada laporan intelijennya. Saat Bush merasa menang, kecurigaan tentang adanya pengembangan senjata nuklir itu tak terbukti. Naifnya, intelijen AS akhirnya mengakui terjadi salah informasi.

Kecuali Irak, Bush juga mendukung Israel berperang melawan Lebanon. Dia juga masuk ke Afganistan, memburu pemimpin Al-Qaeda, Osama Bin Laden, yang �lagi-lagi menurut laporan intelijennya�berada di sana. Hingga kini, AS belum bisa menemukan Bin Laden, sementara warga sipil Afganistan yang tewas akibat kekerasan tentara AS makin bertambah saja.

Lalu, apa bedanya Bush dengan Slobodan Milosevic, misalnya? Sama saja. Keduanya telah melakukan kejahatan kemanusiaan yang hebat. Bedanya, Milosevic, mantan Presiden Serbia dan Yugoslavia, ditahan dan meninggal di penjara kriminal perang di Den Haag.

Apa bedanya Bush dengan Fonday Sybana Sankoh, pendiri Front United Revolusioner (RUF) dalam perang di Sierra Leone? Sama saja. Keduanya melakukan kejahatan kemanusiaan hebat. Bedanya, lagi-lagi, Sankoh meninggal saat menunggi sidang kejahatan kemanusiaan, Bush masih berkibar dan selamat. [I4]

http://www.inilah.com/berita/politik/2009/01/07/73982/gaza-kejahatan-perang-terakhir-bush/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Site

Label 1

Label 2

Comment Box

Labels