26 December 2009

Obama janji dukung Israel

Obama janji dukung Israel
 
Barack Obama
Obama menilai keamanan Israel adalah hal yang sakral
Barack Obama menyatakan dukungan kuat untuk Israel dalam pidato kebijakan luar negeri pertamanya sejak menyatakan dirinya menang sebagai calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat.
Senator Obama mengatakan di hadapan kelompok lobi Yahudi di Amerika, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC), bahwa keamanan Israel adalah hal yang "sakral" dan "tidak bisa dibantah".
Obama juga mengatakan dia akan mengambil "segala" tindakan terhadap Iran untuk menghentikan negara itu memiliki senjata nuklir.
Di saat masa pemilihan calon presiden dari Partai Demokrat berakhir, Obama meraih jumlah dukungan cukup untuk keluar sebagai calon presiden.
Lawannya, Hillary Clinton, belum mengakui kekalahannya.
Nyonya Clinton mengatakan di hadapan AIPAC dia merasa mendapatkan kehormatan karena dapat menyebut Obama sebagai seorang teman dan bahwa Obama akan menjadi "tempat baik Israel".
"Kita membutuhkan seorang Demokrat di Gedung Putih bulan Januari mendatang," kata Clinton.
Para wartawan mengatakan kampanye Demokrat untuk memilih calon presiden telah memecah para pendukung partai itu, karena itu para politisi senior partai mendesak semua pihak untuk bersatu dan memusatkan perhatian pada pemilihan presiden bulan November.
Mereka mendesak para petinggi partai yang bebas memberikan suara pada konvensi Partai Demokrat bulan Agustus, atau super-delegates, menentukan pilihan mereka sebelum hari Jumat.

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/06/080604_obamaisrael.shtml

===========================================================================

Obama Dukung Israel, Tolak Hak Pengungsi Palestina

Siapapun yang menjadi Presiden di AS, tidak ada perubahan sikap terhadap warga Palestina. “Tanah kamu dirampas, sekrang kamu tinggal di kamp pengungsi, terimalah, dan jangan banyak berprotes atau melawan.”
Saya sering berfikir, bagaimana kalau negara Cina memberikan milyaran dolar dan batuan militer kepada suku asli Amerika Serikat, yaitu suku Indian, dan memberikan mereka segala bantuan untuk merampas kembali “tanah suci” mereka yang berada di kota Washington DC, misalnya.
Orang berkulit putih bisa dipaksakan keluar dari rumahnya, dan akhirnya tinggal di kamp2 pengungsi, dengan tentara suku Indian di sekitarnya. Kehidupan mereka di kamp pengungsi dikendalikan total oleh tentara musuh, dunia internasional tidak peduli pada nasibnya karena tidak mau bentrok dengan negara Cina sebagai negara pendukung utama, dan orang berkulit putih dibiarkan di situ untuk puluhan tahun, tanpa ada satupun negara yang berani membelanya, dan tanpa ada yang boleh/berani menjual senjata kepadanya. Air dan listrik mereka pun dikendalikan oleh tentara Indian.
Mereka dianggap tidak berhak kembali ke rumah dan tanahnya yang dirampas oleh tentara suku Indian.
Dan setelah mereka kelihatan berhasil, suku Aborigini melakukan hal yang sama di Australia, suku Maori melakukan hal yang sama di Selandia Baru, suku Inuit melakukan hal yang sama di Kanada, dan seterusnya. (Saya dulu menulis satu bab seperti ini untuk dimasukkan ke buku saya Mencari Tuhan, Menemukan Allah. Tetapi karena terlalu bernuansa politis, tetapi bab yang lain tidak, akhirnya saya keluarkan dan simpan di komputer saja.)

Kok aneh ya, dunia internasional tidak peduli pada hak suku2 yang lain untuk merampas kembali “tanah suci” mereka dari penduduk yang sekarang tinggal di tanah tersebut. Tetapi kalau seandainya suku2 lain itu didukung untuk merampas tanah, tidak akan ada bedanya dengan perbuatan orang Yahudi yang merampas kembali tanah Palestina.

Kenapa negara barat begitu keras menolak hak merampas kembali “tanah suci”nya bagi suku asli di manca negara, tetapi khusus untuk orang Yahudi, sikap yang sebaliknya keluar dan mereka diberikan segala bantuan dan dukungan untuk merampas dan menduduki tanah warga Palestina? Kenapa suku Aboringini di Australia tidak diberikan bantuan yang sama oleh Amerika Serikat, biar adil?

Sesungguhnya, pemerintahan negara barat sangat munafik.
Tetapi wajarlah. Orang Aborigini bukan konglomerat dunia yang sangat menguasaikan bidang ekonomi, keuangan, perbankan, media massa, dan juga tidak sanggup mendanai para politikus dalam kampanye untuk menjadi presiden. Jadi wajarlah kalau suku Aborigini (dan yang lain) diabaikan 100% tetapi suku Yahudi diberikan segala bantuan dan dukungan yang dibutuhkan.
Kapan dunia ini akan berubah? Kapan ummat Islam akan bersatu dan menjadi berani bersuara?


Obama Dukung Israel, Tolak Hak Pengungsi Palestina
Rabu, 30 Jan 08 09:31 WIB
Kandidat Presiden AS dari Partai Demokratik Senator Barak Obama menyatakan dukungannya atas keberlangsungan negara Zionis Israel. Di sisi lain, ia meminta para pengungsi Palestina untuk melupakan keinginannya pulang ke tanah air mereka di Palestina.
Obama dalam wawancara dengan surat kabar Israel The Jerusalem Post edisi Selasa (29/1) mengatakan bahwa hak kembali bagi pengungsi Palestina bukan opsi dalam arti yang sesungguhnya. Ia juga menyatakan bahwa Palestina tidak bisa mewujudkan keinginan yang terpendam sekian lama untuk menjadi negara independen kecuali jika Israel benar-benar aman.
"Kita tidak bisa bergerak maju sampai ada keyakinan bahwa Palestina mampu menyediakan aparat keamanan yang bisa mencegah serangan-serangan terhadap wilayah Israel, " kata Obama seraya menegaskan bahwa Israel harus tetap menjadi negara "Yahudi."
Pernyataan Obama serupa dengan pernyataan Presiden George W. Bush dalam rangkaian kunjungannya ke Timur Tengah awal bulan Januari kemarin. Dalam tiap pernyataannya, Bush berulang kali mengatakan bahwa Israel "adalah kampung halaman bangsa Yahudi."
Ini bukan kali pertama Obama, termasuk rivalnya Hillary Clinton, melontarkan pernyataan yang berpihak pada Israel untuk merebut suara dari kalangan Yahudi AS yang jumlahnya sekitar 2 sampai 3 persen dari total jumlah pemilih. Pekan kemarin, Obama menyerukan Bush untuk tidak mengesahkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang isinya mengecam blokade Israel terhadap 1, 6 juta warga sipil di Jalur Ghaza.
Obama juga mengkritik kampanye yang menjelek-jelekkan orang Yahudi dan ia membantah tuduhan bahwa ia memiliki latar belakang seorang Muslim. Menurutnya, tuduhan itu palsu. "Saya tidak pernah menganut agama Islam. Saya dibesarkan oleh seorang ibu yang menganut paham sekular dan saya adalah seorang Kristen yang aktif serta menjadi anggota jamaah agama Kristen, " tukas Obama.
Pada The Jerusalem Post Obama mengatakan bahwa ia membicarakan masalah ini secara pribadi dengan komunitas Yahudi, agar komunitas itu bisa mendengar langsung penjelasannya dan agar komunitas Yahudi tahu bahwa ada hubungan yang dalam dan komitmen yang kuat terhadap komunitas Yahudi. (ln/iol)
Sumber: Eramuslim.com
 http://genenetto.blogspot.com/2008/01/obama-dukung-israel-tolak-hak-pengungsi.html

===========================================================================

Ke Israel Obama Dukung Yahudi dan Kecam Iran

Ditulis oleh Andi Perdana G di/pada 27 Juli 2008
Dalam kunjungannya ke Israel terbaru, calon presiden AS Barack Obama berjanji akan tetap mendukung Israel. Ia juga mengatakan, Iran sebagai ancaman
Hidayatullah.com–Calon presiden AS dari Partai Demokrat Barack Obama berjanji dengan teguh akan mendukung Israel dalam kunjungannya ke Yerusalem hari Rabu (23/7) kemarin, sebelum bertemu dengan para pemimpin Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan.
Dalam lawatan ke kota Sderot di Israel selatan, Obama memperingatkan bahwa Iran yang bersenjata nuklir akan menjadi ancaman besar bagi keamanan dunia.
Senator Illionis itu menjanjikan komitmennya bagi keamanan Israel dan bagi pembicaraan perdamaian Timur Tengah selama melakukan lawatan dua hari di kawasan tersebut.
Dia telah menemui para pemimpin Israel serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
“Iran yang memiliki nuklir akan menjadi ancaman besar dan dunia harus mencegah Iran memiliki senjata nuklir,” kata Obama.
Selain itu, Obama, juga berusaha menenangkan kecemasan di kalangan beberapa pemilih AS turunan Yahudi mengenai kebijakannya terhadap Israel, mengatakan dalam komentar-komentarnya kepada para wartawan dia berharap dapat membantu mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.
“Saya berada di sini pada lawatan saya untuk menegaskan kembali hubungan khusus antara Israel dan AS, komitmen saya yang kekal terhadap keamanannya,dan harapan saya saya dapat bertindak sebagai mitra efektif apakah sebagai senator atau sebagai presiden, dalam mewujudkan perdamaian yang lebih kekal di wilayah tersebut,” katanya.
Senator Illinois itu, yang mengadakan pertemuan dengan Presiden Israel Shimon Peres, menggambarkan Israel sebagai suatu “keajaiban yang telah mekar” sejak pendiriannya 60 tahun silam. Dengan memakai skulacap (kopiah) Yahudi, dia kemudian meletakkan karangan bunga putih di museum peringatan Yad Vashes Holocaust.
“Biarkan anak-anak kita datang ke sini dan mengetahui sejarah ini agar mereka dapat menambahkan suara mereka untuk menyatakan “tidak akan pernah lagi,” demikian tulis Obama dalam buku tamu museum itu.
Ratusan aparat keamanan Palestina bertopi baja dengan menyandang senapan otomatis berjajar di kanan kiri jalan Ramallah, di Tepi Barat Sungai Jordan yang diduduki, ketika Obama berangkat menuju kota itu dari Yerusalem untuk mengadakan pembicaraan bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan PM Salam Fayyad. [berbagai sumber/www.hidayatullah.com: 24 July 2008]

http://almarjan.wordpress.com/2008/07/27/ke-israel-obama-dukung-yahudi-dan-kecam-iran/




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Site

Label 1

Label 2

Comment Box

Labels