13 March 2010

Yahudi Israel dan Amerika The Real Terrorist

Yahudi Israel dan Amerika The Real Terrorist

Pengantar
Ketika tulisan ini diturunkan, jumlah korban kaum Muslimin Palestina akibat serangan biadab, brutal dan membabi buta Yahudi Israel adalah 428 orang gugur, sekitar 2000 orang lebih luka-luka. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah sebab jumlah korban yang dalam titik kritis adalah 300 orang, persediaan obat-obatan sangat kurang. Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem melaporkan dalam (lihat muslimdaily.net) bahwa persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungkapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol. Selanjutnya Naeem mengatakan 50% mobil ambulans tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Berita terakhir menyebutkan bahwa Israel melarang Kaum Muslimin Shalat di Masjid Al-Aqsha.


Beberapa pelajaran:
1.Agresi ini merupakan pembuktian nyata bahwa teroris yang sebenarnya “the real terrorist “ adalah Yahudi dan Amerika. Dikatakan Amerika sebagai teroris karena dengan agresi ini membuat Amerika diam membisu. Bandingkan jika yang melakukan pengeboman adalah orang Islam serentak Amerika mengecam, mengutuk dan memerintahkan sekutunya untuk menumpas habis aksi itu. Memang benar apa yang pernah dikatakan oleh KH. Zainuddin MZ beberapa tahun silam bahwa “Israel adalah Yahudi kecil, sedangkan Amerika adalah Yahudi besar”.
2.Kebenaran Firman Allah Ta’ala, dalam QS. 2 : 120 dan QS. 5 : 82, bahwa agresi tersebut merupakan wujud kebencian kepada Islam dan kaum Muslimin. Jadi substansi serangan tersebut bukan semata-mata karena ingin menguasai wilayah Palestina, tapi karena motif agama.

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Artinya: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al Baqarah: 120)
Dalam Tafsir Al Muyassar dikatakan:

إلا إذا تركت دينك واتبعتَ دينهم.…….

”….kecuali jika kamu meninggalkan agamamu dan mengikuti agama mereka”.
Sedangkan Ath Thabary dalam Tafsirnya Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Qur’an mengatakan:

وليست اليهود ، يا محمد ، ولا النصارى براضية عنك أبدا…..


“Orang Yahudi dan Nashrani wahai Muhammad, mereka tidak akan senang (ridho) kepadamu selama-lamanya…”
Firman Allah dalam QS. Al Maidah: 82

َتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ ءَامَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ


Artinya: Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan.

3.Kejadian ini menguji ukhuwah (solidaritas) kita sebagai kaum Muslimin, bahkan menguji sifat fitrah kemanusiaan kita. Seorang Muslim dengan Muslim yang lain seperti tubuh yang satu, jika salah satu organ tubuh menderita sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakit. Manusia dikatakan “manusia” jika fitrah kemanusiaannya masih berfungsi, yaitu merasa sedih dan belas kasih. Al hasil muara dari keIslaman yang benar dan fitrah kemanusiaan melahirkan kesadaran untuk menolong dan membantu dengan segala kekuatan yang kita miliki.
Bantu mereka dengan jiwa, dana dan do’a kita.
Allahumman shuril ikhwananal Muslimin fi Palestine, Wanshurhum ala a’daaihim.Ya Rabbal ‘Alamin.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Site

Label 1

Label 2

Comment Box

Labels