24 July 2010

Penyakit Beri-beri

Penyakit : BERI-BERI
Penjelasan Dari Praktisi Kami:
 Naomi S | Penulis Kesehatan | 22-Jun-2009

Deskripsi :
Penyakit Beri-beri adalah penyakit akibat kekurangan vitamin B1 atau tiamina. Penyakit beri-beri merupakan penyakit yang sangat mengerikan, penderita bisa meradang dan meninggal dunia dalam waktu yang sangat dekat. Nama penyakit beri-beri berasal dari nama hewan biri-biri karena penderita beri-beri berjalan dengan gaya jalan seperti biri-biri karena gangguan motorik akibat polineuritis.
Pada  abad ke-19 penyakit ini  mewabah. Umumnya, penyakit beri-beri banyak menyerang masyarakat dengan makanan pokoknya beras giling seperti di Indonesia, India, China, Jepang, Malaysia, dan lainnya.
Christiaan Eijkman seorang ilmuwan Belanda  melakukan penelitian tentang penyakit beri-beri.  Dari penelitian yang dilakukannya selama 10 tahun di Indonesia, yang pada saat itu masih bernama Hindia Belanda, Eijkman menemukan  vitamin B1 yang pada saat itu belum diketahui namanya. Atas penelitian medisnya, Eijkman dikenal sebagai penemu Vitamin B, bersama dengan Frederick Hopkin dari Britania Raya. Ia pula yang menemukan penyebab beri-beri. Berkat risetnya itu Eijkman mendapatkan Nobel Physiology atau Medicine. Untuk menghormati Eijkman, atas izin keluarganya pada 1938 nama laboratorium resmi diganti menjadi Eijkman Instituut.Centraal Laboratorium van den Dienst der Volksgezondheid ( Sekarang : Lembaga Eijkman. Laboratorium Pusat Dinas Kesehatan Masyarakat).

Penyebab

Penderita beri-beri ternyata akibat kekurangan vitamin B1 (tiamina) yang biasa terdapat pada bagian terluar beras tumbuk atau bagian dedaknya. Pada beras giling yang berwarna putih bersih kulit arinya hilang karena gilingan beras. Padahal, kulit ari ini banyak mengandungtiamina. Sebaliknya, beras tumbuk yang berwarna kusam justru masih banyak mengandung vitamin B1 ini. 

Gejala

Penyakit beri-beri ini tidak mengenal jenis kelamin dan usia, karenanya penyakit tersebut dapat terkena pada siapapun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Bayi yang mendapat air susu ibu (ASI) pun bisa menderita beri-beri apabila ibunya kekurangan vitamin B1. Gejalanya akan muncul sebelum bayi berumur empat bulan. Bila sang ibu terserang beri-beri selama hamil, maka bayi yang dilahirkan akan berpenyakit sama di bulan-bulan pertama, bahkan bisa lebih akut. Terdapat tiga jenis beri-beri, yaitu : • beri-beri kering • beri-beri basah • beri-beri jantung Beri-beri kering memiliki gejala kaki terasa tebal dan kesemutan pada anggota badan. Otot lelah dan kekuatannya berkurang. Tahap akhir, anggota badan layuh dan penderita berjalan seperti ayam. Sering sesak napas dan jantung berdebar-debar bila sedikit berkegiatan.Beri-beri merupakan penyakit yang mengerikan karenanya penderita penyakit ini bisa meninggal dunia. Beri-beri basah memiliki ciri adanya pembengkakan dari kaki, tungkai bawah, lalu muka, dan bagian tubuh lain. Bila betis yang bengkak ditekan, terbentuk cekungan yang tak segera hilang dan terasa sakit. Sedangkan, beri-beri jantung ditandai rasa tekanan di ulu hati, sesak napas, dan berdebar-debar dalam menjalankan kegiatannya. Kelamaan, gejala ini muncul tanpa ada kegiatan, mendadak, dan langsung berat dan penderita bisa meninggal dalam waktu singkat. Beri-beri akut pada bayi bisa terjadi tiba-tiba. Badannya kaku dan tegang termasuk pada dinding perutnya. Mukanya bisa membiru. Bayi bisa meninggal mendadak. Gejalanya mirip dengan tetanus. Sementara itu, beri-beri kronis menimbulkan gangguan pencernaan,muntah-muntah, dan sembelit berulang-ulang. Bayi bisa kekurangan airdan menjadi pucat, gelisah, dan banyak menangis. Bayi melemah dan bisa meninggal mendadak karena gangguan jantung. 

Pencegahan

Penyakit beri-beri bisa dicegah dengan penambahan vitamin B1 dalam makanan sehari-hari. Makan beras tumbuk akan lebih baik, ditambah ikan, telur, daging, kacang-kacangan, tempe, oncom, tomat, tering, bayam, selada, melinjo, pepaya, jeruk, dan pisang. (Berbagai sumber) 
http://carisehat.com/PenyakitDetil/BERI-BERI_cf8f66ec-b4ed-4317-b424-291a89143a16.aspx