17 November 2014

Kaget dan Marahnya Susi Mendengar BBM Subsidi Dijual ke Kapal Asing



Kaget dan Marahnya Susi Mendengar BBM Subsidi Dijual ke Kapal Asing
Oleh: Ana Dea | Senin, 17 November 2014 | 08:24:37 WIB #Nasional




Menteri KKP Susi Pudjiastuti saat blusukan di kampung nelayan perbatasan (Foto: Maikel/detikFinance)


BERAU, FLOBAMORA.NET - Blusukan tengah malam Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti di kampung nelayan di Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur menghimpun banyak informasi. Ia kaget mendengar kapal asing yang mengkonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi milik Indonesia.

"Dia ngambil BBM kita? Itu lebih parah lagi. Sudah ngambil BBM terus ambil ikan di sini," ungkap Susi saat berbincang dengan nelayan, Minggu malam (16/11/2014)

Menurut pengakuan nelayan, BBM subsidi berjenis solar tersebut dipasok oleh orang Indonesia sendiri. Ini terjadi karena sangat menguntungkan bagi pemasok.

"BBM tidak boleh untuk kapal asing, titik," tegas Susi dihadapan para nelayan dan pejabat yang hadir dalam blusukan tersebut.

Sangat ironis, kata Susi melihat nelayan lokal yang susah mendapatkan BBM subsidi. Sementara ada yang berani memasok barang tersebut untuk mencukupi kebutuhan pihak lain.

"Nelayan pada teriak ngantre BBM, ini dia enak saja dari luar negeri ngambil BBM kita. Ngambil hasil laut juga," paparnya.

Susi tidak peduli berapa jumlah yang dikonsumsi oleh kapal tersebut. Karena sedikit yang digunakan, tetap mengambil jatah yang seharusnya didapatkan masyarakat. Susi juga meminta pemerintah setempat segera menangkap pemasok BBM.

"Siapa yang supply itu? Orang Indonesia kan? Tangkap saja. Pak Bupati, polisi mana lagi itu tangkap saja itu," perintah Susi langsung di depan nelayan.Sumber : http://finance.detik.com

http://www.flobamora.net/berita/4131/kaget-dan-marahnya-susi-mendengar-bbm-subsidi-dijual-ke-kapal-asing.html

Begini Cara Mafia Migas Beraksi


Begini Cara Mafia Migas Beraksi

Minggu, 16 November 2014 | 18:42




Menteri ESDM Sudirman Said (sumber: Antara/Vitalis Yogi Trisna)


Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membeberkan sepak terjang praktik mafia minyak dan gas bumi (migas).

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers pembentukan Tim Reformasi Tata Kelola Migas.

"Mafia migas adalah pemburu rente (bunga uang atau riba) yang memiliki kedekatan dan pengaruh kepada pejabat tinggi pengambil keputusan, yang berdampak pada tidak optimalnya produksi migas, inefisiensi, dan biaya tinggi pada penyediaan BBM dan mata rantai suplai gas. Hal tersebut juga difasilitasi oleh kelemahan peraturan atau legislasi yang berlaku," kata Sudirman di Jakarta, Minggu (16/11).

Dia menjelaskan, praktik mafia terdiri dari berbagai level. Pada level kebijakan, mafia migas menghalangi atau menyandera para pengambil keputusan agar tidak mengeluarkan kebijakan yang mendorong adanya kegiatan eksplorasi. Dampaknya, cadangan minyak nasional terus berkurang.

"Sejak 2001, cadangan minyak kita terus menurun. Kegiatan eksplorasi tidak maksimal, tingkat pengembalian cadangan tidak sampai 60 persen," ujarnya.

Di sisi lain, mafia migas terus memproduksi wacana yang menyesatkan, sehingga Indonesia tidak lagi membangun kilang minyak tambahan selama kurun waktu yang panjang.

Adapun kilang yang sudah beroperasi tidak pernah diperbarui atau diremajakan, sehingga biaya produksinya menjadi tinggi serta rentan mengalami kerusakan.

"Lima tahun terakhir kerugian kilang mencapai Rp 50 triliun atau sebesar Rp 10 triliun per tahun," katanya.

Pada level organisasi, mafia migas aktif menghambat setiap upaya penertiban dan pembersihan organisasi. Mereka berupaya menempatkan figur-figur yang bersedia menjadi 'kaki tangan'.

Jika ada figur yang berintegritas dan kompeten yang ditunjuk mengurus sektor migas, para mafia tidak sungkan-sungkan menabur fitnah dan jebakan.

"Pada level operasional, para mafia juga menyokong dan atau melindungi berbagai upaya pencurian minyak secara fisik. Termasuk menyelundupkannya ke luar negeri. Akibatnya, dana subsidi BBM telah menjadi alat untuk memperkaya segelintir orang," ujarnya.

Penulis: Rangga Prakoso/FIR

http://www.beritasatu.com/ekonomi/225558-begini-cara-mafia-migas-beraksi.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

My Site

Label 1

Label 2

Comment Box

Labels